Kapan Harus Menggunakan Engine Braking? Ini Teknik yang Benar
Engine braking adalah suatu teknik untuk memperlambat laju kendaraan. Umumnya pengendara akan melambatkan laju dengan sistem rem.
Namun ada teknik lain yang dapat dilakukan. Teknik itu adalah engine braking. Teknik tersebut menggunakan putaran mesin saat transmisi Anda turunkan ke gigi yang lebih rendah.
Kapan dan bagaimana engine braking dapat dilakukan untuk memperlambat laju kendaraan? Berikut penjelasannya untuk Anda.
Kapan Engine Braking Perlu Diterapkan?
Engine braking tidak bisa dilakukan setiap saat. Umumnya pengemudi bisa menggunakan engine braking ketika berada di jalan tol, jalan menurun, tanjakan, atau jalanan yang curam.
Penggunaan engine braking pada momen tertentu juga bukan tanpa alasan. Tujuannya agar komponen mesin kondisinya terjaga dan lebih awet.
Penggunaan teknik engine braking akan membantu kinerja rem lebih ringan. Selain itu ada manfaat lainnya yakni:
-
Umur dari komponen rem menjadi lebih panjang sehingga mengurangi biaya untuk perawatan
-
Memberikan pengendara kontrol yang lebih baik terutama jika mengendarai jalan turunan atau ketika kecepatan harus diturunkan cepat
-
Menghemat bahan bakar
-
Keausan berlebihan pada cakram rem dan kampas rem dapat dicegah.
Bagaimana Cara Melakukan Engine Braking?
Ada hal penting yang perlu Anda ingat ketika akan melakukan engine braking, yaitu keselamatan. Memang teknik engine braking umumnya digunakan pada jalan yang menurun.
Namun Anda juga disarankan berlatih juga di jalan yang tidak padat, datar, dan sepi. Untuk melakukannya, ada perbedaan antara transmisi manual dan matic. Berikut langkah-langkahnya.
-
Pengaplikasian pada Transmisi Manual
Engine braking untuk transmisi manual dapat Anda lakukan dengan cara berikut ini:
-
Lepaskan kaki dari pedal gas dan turunkan gigi ke posisi lebih rendah.
-
Selanjutnya lepas kopling perlahan-lahan. Penting untuk membiarkan mobil Anda melambat ke kecepatan yang benar dan gigi diturunkan satu per satu.
Misalnya Anda melaju dengan gigi 4. Maka turunkan ke gigi 3 terlebih dahulu, kemudian 2 hingga batas paling rendah yang Anda inginkan. Tindakan ini akan membantu mobil melambat tanpa menginjak rem.
-
Hentikan mobil menggunakan rem dan kopling.
-
Jangan injak gas ketika Anda menerapkan engine braking karena dapat mengakibatkan kerusakan pada mesin mobil.
-
Pengaplikasian pada Transmisi Matic
Sementara itu untuk pengaplikasian pada transmisi matic, Anda perlu melakukan hal berikut:
-
Memindahkan gigi transmisi dari posisi D atau Drive ke gigi 2. Kecepatan mobil akan menurun.
-
Apabila Anda merasa kurang lambat atau belum sesuai keinginan maka Anda dapat melakukan pemindahan gigi persneling dari 2 ke L.
Anda perlu memperhatikan tahapan pemindahan gigi yaitu dari gigi D ke gigi 2, kemudian baru pindah ke transmisi L.
Cara lainnya dengan menekan tombol OD atau Over Drive. Ketika fitur tersebut diaktifkan, OD akan berperan menurunkan kecepatan kendaraan.
Caranya Anda perlu memindahkan transmisi ke gigi yang rendah. Dengan demikian Anda dapat melakukan engine braking.
Apabila ingin melaju seperti biasa atau di jalur normal, yang perlu Anda lakukan adalah dengan mematikan fitur OD.
-
Pengaplikasian pada Transmisi Matic dengan CVT
Untuk menjalankan engine braking pada mobil matic CVT Anda perlu memainkan paddle shift. Letaknya ada di belakang kemudi.
Cara kerjanya hampir sama dengan menurunkan gigi transmisi bertahap hingga ke paling rendah.
Anda dapat mengkombinasikannya dengan menginjak pedal dari rem ketika memainkan tuas dari paddle shift. Dengan demikian kecepatan mobil Anda akan melambat lebih cepat.
Bagaimana apakah Anda sudah memahami cara melakukan teknik engine braking? Jika belum pernah melakukannya, sebaiknya Anda berlatih terlebih dahulu.
Ingin mendapatkan tips berkendara lainnya? Kunjungi Website Resmi Dealer Armada Perkasa Mobilindo