Risiko Mengabaikan Kondisi Fan Belt pada Mobil
Fan belt atau disebut juga dengan tali kipas adalah sabuk yang terbuat dari karet. Fungsinya sendiri sebagai penggerak alternator, mengoperasikan sistem pendingin dan water pump.
Kemudian menjalankan kompresor AC dan mendukung kinerja dari power steering. Namun seiring berjalannya waktu, fan belt bisa mengalami kerusakan.
Saat terjadi kerusakan, Anda tidak bisa mengabaikannya karena berisiko terhadap performa mobil. Mengapa? Berikut berbagai dampak mengabaikan kondisi fan belt.
Dampak Berbahaya Membiarkan Kerusakan Fan Belt
Kerusakan pada fan belt bisa terjadi karena putus, kendor, aus, dan lain sebagainya. Semua kondisi tersebut membutuhkan perhatian sesegera mungkin. Jika Anda mengabaikannya maka siap-siap harus berhadapan dengan beberapa risiko berikut:
-
Suplai Arus ke Aki Terganggu
Dampak pertama, saat fan belt Anda sudah aus bahkan putus, maka akan memberikan dampak terhadap suplai arus yang masuk ke baterai atau aki.
Belt sendiri memutar water pump atau pompa air, kompresor AC, kipas alternator, dan power steering dengan fluida. Umumnya jika putus, maka lambang aki akan menyala.
-
Mesin Mengalami Overheat
Risiko kedua, fan belt yang sudah putus akan menyebabkan suhu mesin mobil Anda panas secara berlebihan.
Alasannya karena kinerja dari pompa air akan mengalami gangguan dan kehilangan fungsinya untuk mengatur putaran air di radiator.
-
Pompa Power Steering Tidak Dapat Bekerja
Salah satu komponen yang bisa ikut terdampak karena fan belt putus adalah pompa dari power steering.
Fan belt putus akan menyebabkan kinerjanya menurun. Akibatnya setir mobil Anda terasa lebih berat ketika Anda bermanuver. Hal ini bisa terjadi karena komponen power steering mampu mengurangi beban hingga 60 persen ketika bermanuver .
-
Memengaruhi Usia dari Fan Belt
Umumnya fan belt bisa dipakai cukup lama. Namun kembali lagi kepada kebiasaan pemakaian. Anda disarankan untuk melakukan pemeriksaan fan belt secara rutin. Jika awet maka fan belt bisa diganti setiap 100.000 kilometer.
Tanda-Tanda Fan Belt Mengalami Masalah
Agar Anda tidak mengalami berbagai dampak di atas, maka sangat penting dalam memahami tanda fan belt bermasalah. Berikut beberapa di antaranya:
-
Timbulnya Suara Berdecit
Fan belt yang sudah rusak atau aus bisa menghasilkan suara berdecit ketika mesin berputar. Suara tersebut mungkin akan semakin terdengar ketika mesin mobil Anda nyalakan atau manuver belok.
-
Kondisi Fisik Fan Belt yang Berubah
Permasalahan fan belt bisa dilihat melalui kondisi fisiknya yang rapuh, retak, atau menipis. Kondisi tersebut bisa Anda ketahui dengan disentuh. Jika Anda merasakannya, maka artinya karet sudah dalam kondisi tua dan berisiko putus.
-
Performa Mobil yang Menurun
Gejala lain yang muncul seperti AC yang tidak dingin, setir yang berat, mesin cepat panas, aki yang cepat tekor. Apabila tanda tersebut muncul, maka segera lakukan pemeriksaan.
-
Timbul Aroma Terbakar
Apabila Anda terus menggunakan fan belt dalam kondisi aus, maka panas berlebihan yang muncul bisa menyebabkan bau terbakar. Bau tersebut bisa tercium dari area depan kendaraan atau kap mesin.
-
Getaran secara Berlebihan
Ketegangan fan belt yang berkurang menyebabkan getaran di area depan kendaraan. Kondisi tersebut bisa terjadi ketika berputar pada kecepatan mesin mobil tertentu.
Perawatan Fan Belt Agar Lebih Awet
Konsistensi menjadi kunci dalam perawatan fan belt agar kondisinya lebih awet. Anda bisa melakukan beberapa hal berikut:
-
Rutin melakukan pemeriksaan visual setiap 10.000 kilometer.
-
Pemeriksaan ketegangan dari sabuk karena fan belt harus mempunyai tingkat kekencangan yang tepat.
-
Memastikan tidak ada air atau oli yang mencemari fan belt.
-
Melakukan servis secara berkala.
Fan belt memang sering terlewat perawatannya. Padahal perannya sangat besar dalam menjaga kinerja mobil. Dengan memahami tanda kerusakan, akibat, dan cara perawatan, akan menghindari terjadinya kerusakan lebih serius.
Jika ingin melakukan pemeriksaan secara menyeluruh, Anda bisa hubungi http://suzukiarmada.co.id/ untuk menentukan jadwal servis dengan tim Suzuki.