Penyebab dan Cara Mengatasi Bunyi Berdecit pada Mobil

icon 4 January 2024
icon Admin

Suzuki Family, suara decitan pada mobil sering kali muncul saat Anda melewati genangan air. Hal ini mungkin terasa wajar karena fan belt yang basah. 

Namun, jika bunyi mobil berdecit muncul di jalanan kering atau saat mesin baru dinyalakan, Anda tidak boleh meremehkannya.

Selain bising, suara ini adalah indikasi adanya komponen yang aus atau tidak presisi. Jika dibiarkan, kerusakan bisa merambat ke sistem pengisian (alternator), AC, hingga sistem pendingin mesin. Yuk, bedah apa saja penyebab dan solusinya!

Penyebab Utama Munculnya Bunyi Mobil Berdecit

Suara decitan umumnya bersumber dari area mesin, tepatnya pada sistem sabuk pemutar (fan belt atau serpentine belt). Berikut adalah beberapa pemicu utamanya:

  1. Gejala Belt Dressing (Pulley Kering)

Kondisi ini terjadi akibat komponen pulley (roda pemutar) yang kering karena tergerus debu dan kotoran. Penumpukan polusi membuat perputaran sabuk tidak mulus dan menciptakan gesekan tinggi yang memicu suara decitan.

  1. Tegangan Sabuk (Belt Tension) Kurang Kencang

Mobil berdecit sering terdengar saat Anda menyalakan AC atau memutar setir saat parkir. Hal ini disebabkan fan belt yang kendur. 

Saat beban mesin bertambah, sabuk yang longgar akan mengalami selip pada pulley, menghasilkan bunyi nyaring yang sangat mengganggu.

  1. Kualitas Sabuk yang Buruk

Penggunaan sabuk non-original atau faktor usia dapat membuat karet menjadi getas dan pecah-pecah. 

Material yang sudah mengeras kehilangan daya cengkeramnya pada roda pemutar, yang menjadi alasan utama mengapa suara berdecit tetap muncul meskipun ketegangannya sudah disesuaikan.

  1. Laher atau Bearing yang Aus

Penyebab lainnya adalah rusaknya bearing pada komponen seperti alternator, water pump, atau tensioner. 

Jika pelumas (grease) di dalam bearing mengering atau terkena karat, putaran komponen menjadi tidak lancar dan mengeluarkan suara decitan logam yang khas.

  1. Masalah pada Automatic Tensioner

Pada mobil modern, ketegangan sabuk diatur secara otomatis oleh pegas tensioner. Seiring waktu, pegas ini bisa melemah atau macet. 

Meskipun sabuk terlihat bagus, tensioner yang lemah tidak mampu menahan sabuk dengan stabil, sehingga muncul suara berdecit akibat getaran berlebih.

  1. Kontaminasi Cairan (Oli atau Coolant)

Kebocoran halus oli mesin atau tetesan cairan radiator (coolant) yang mengenai sabuk adalah penyebab yang sering terlewatkan. Cairan ini membuat permukaan sabuk licin secara tidak merata dan merusak struktur kimia karet, memicu decitan yang konsisten.

  1. Ketidaksejajaran (Misalignment) Pulley

Jika salah satu roda pemutar (seperti alternator atau pompa air) posisinya sedikit miring, sabuk tidak akan duduk sempurna di jalurnya. 

Gesekan pada sisi samping sabuk dengan bibir pulley akan menciptakan bunyi mencit yang khas dan mempercepat kerusakan sabuk.

Cara Praktis Mengatasi Bunyi Berdecit pada Mobil

Jika Anda mengalami kendala ini dalam perjalanan, ada beberapa langkah darurat hingga langkah permanen yang bisa dilakukan:

  1. Gunakan Cairan Belt Dresser

Semprotkan cairan khusus pembersih fan belt untuk mengangkat kotoran dan mengembalikan kelenturan karet. Ini adalah solusi paling aman dibanding air sabun.

  1. Pengecekan Automatic Tensioner

Pastikan pegas penekan masih bekerja kuat. Jika terdengar bunyi dari area ini, segera lakukan penggantian unit tensioner agar sabuk tidak putus tiba-tiba.

  1. Bersihkan dari Kontaminasi

Jika ada bekas oli atau cairan radiator pada sabuk, segera bersihkan dan cari sumber kebocorannya agar masalah tidak terulang.

  1. Lumasi Bearing

Berikan sedikit grease (gemuk) pada bagian laher yang mulai berisik. Namun, pastikan pelumas tidak mengenai permukaan karet sabuk karena akan menyebabkan selip.

  1. Ganti Suku Cadang Original

Langkah paling permanen adalah mengganti fan belt yang sudah aus dengan produk original Suzuki yang sesuai spesifikasi untuk menjamin kesenyapan dan daya tahan mesin.

Jangan biarkan bunyi mobil berdecit merusak pengalaman berkendara Anda. Deteksi dini melalui perawatan rutin adalah kunci agar komponen kelistrikan dan pendingin mesin tetap bekerja optimal. 

Pastikan untuk selalu melakukan pengecekan berkala pada sistem drive belt di bengkel resmi Suzuki.